UNDIP PMB includes details on minimal invasive technology topics like Laparoscopy, TURP, and PCNL, which are common subjects in their urology curriculum.
Untuk menghadapi JR, Anda harus menguasai dasar-dasar epidemiologi, jenis-jenis desain studi (RCT, Kohort, Case-Control, dll.), serta cara membaca dan menginterpretasikan uji statistik yang paling umum digunakan dalam penelitian kedokteran. Praktikkan dengan rutin membaca jurnal urologi bereputasi seperti European Urology atau The Journal of Urology dan lakukan analisis kritis secara mandiri.
Berikut adalah contoh soal yang sering muncul berdasarkan kumpulan soal PPDS Urologi:
Berikut adalah beberapa contoh soal yang sering muncul dalam ujian seleksi PPDS Urologi beserta analisis jawabannya: Contoh Soal 1: Trauma Saluran Kemih soal ppds urologi
Pada suspect torsio testis dengan onset <6 jam, eksplorasi adalah tindakan diagnosis sekaligus terapi. Menunggu USG hanya membuang waktu. Ingat: "Don't wait, operate."
Trauma UrologiSoal trauma menguji algoritma penanganan trauma (ATLS) yang dikombinasikan dengan anatomi urologi.
: Kanker prostat, kanker kandung kemih, dan karsinoma sel ginjal (RCC). Urologi Pediatrik UNDIP PMB includes details on minimal invasive technology
Staging and treatment of Prostate, Bladder, and Renal Cell Carcinoma.
Selamat belajar dan sukses menjadi calon spesialis urologi Indonesia!
: Priapismus, torsio testis, dan retensi urin akut. Contoh Sederhana Materi Ujian Berikut adalah contoh soal yang sering muncul berdasarkan
Soal-soal ujian masuk PPDS Urologi secara umum dibagi menjadi dua kategori besar: dan Urologi Klinik . Berikut adalah rincian topik yang paling sering keluar dalam ujian: 1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Genitourinaria
Onkologi UrologiPertanyaan sering berkisar pada diagnosis dan staging kanker. Fokus pada Kanker Prostat (BPH vs Ca Prostat), Kanker Kandung Kemih (Urothelial Carcinoma), dan Kanker Ginjal (RCC). Anda harus memahami interpretasi PSA, sistem TNM, dan prinsip radikal prostatektomi.
B. Undescended Testis (UDT) / Kriptorkismus Pembahasan: Bedakan antara retractile testis dan UDT. Pada retractile testis , testis dapat diturunkan ke skrotum dan akan menetap di skrotum untuk beberapa saat karena refleks kremaster yang hiperaktif. Namun, jika testis langsung kembali ke atas (ke kanalis inguinalis) setelah tarikan dilepaskan, kondisi tersebut diklasifikasikan sebagai true Undescended Testis (UDT). Karena usia pasien sudah lebih dari 6 bulan dan testis belum turun spontan, tindakan orkidopeksi disarankan sebelum anak berusia 12-18 bulan untuk menjaga fungsi spermatogenesis. Strategi Menghadapi Ujian Tulis PPDS Urologi