Bahrul Mazi Jilid 17 [extra Quality] Jun 2026
Tema kiamat yang dibincangkan merangkumi:
Jilid ini merupakan sambungan daripada perbahasan fiqh sebelum ini (seperti nikah, jual beli, dan puasa dalam jilid-jilid terdahulu) dan memasuki bahagian akhirat atau eskatologi Islam. Antara perbahasan yang dimuatkan termasuk:
Karya monumental al-Marbawi antara lain:
The third major theme of Jilid 17 is Wara' , often translated as "scrupulousness" or "piety." However, as al-Marbawi explains through the Hadith, Wara' goes beyond simply avoiding the forbidden ( haram ). It refers to a spiritual state in which a person abstains even from dubious or suspicious things ( syubhat ) to protect their religion and honor. bahrul mazi jilid 17
A detailed contemporary explanation of the chapters within Volume 17. Descriptive Study Keistimewaan Kitab Bahr Al-Mazi
Salah satu daripada 22 jilid yang ada, , memegang peranan penting dalam menyajikan hadis-hadis berkaitan dengan eskatologi Islam. Jilid ini sering menjadi rujukan mendalam mengenai sifat-sifat kiamat dan gambaran kehidupan akhirat. Mengenal Syeikh Idris Al-Marbawi
Furthermore, the teachings of Bahrul Mazi are kept alive through audio recordings and weekly religious classes ( kuliah ). Renowned figures such as have delivered extensive lecture series covering these volumes, including Jilid 15 and Jilid 17, ensuring the oral tradition of transmitting this knowledge continues. A detailed contemporary explanation of the chapters within
Memahami Kitab Bahrul Mazi Jilid 17: Panduan Hukum Islam, Kemasyarakatan, dan Hubungan Antarabangsa
: Conducts detailed series in Penang, focusing on the mahsyar (gathering place in the afterlife) and the importance of prayer. Sheikh Muhammad Idris al-Marbawi
Perlu diketahui bahwa kitab Bahrul Mazi dicetak dalam berbagai edisi oleh penerbit di Malaysia (seperti Khazanah Fathaniyah, Darul Ulum Press) dan Indonesia (Al-Ma’arif, Menara Kudus). Jumlah jilid bervariasi antara 16 hingga 30 jilid tergantung pada ketebalan dan pemisahan bab. dan Hanbali dalam isu-isu tertentu.
Guidance on how to navigate complex social situations while maintaining Islamic integrity.
: It is written in Classical Malay (Jawi script in original editions) to make the complex Arabic hadiths accessible to Southeast Asian readers.
Membawa pandangan para ulama silam. Walaupun Syekh al-Marbawi berpegang teguh dengan Mazhab Syafi'i (mazhab rasmi rantau Nusantara), beliau tetap bersikap objektif dengan menukilkan pandangan Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali dalam isu-isu tertentu.
